Cari Arti Kata Blog Ini

Sabtu, 17 Agustus 2019

Apa Itu Model distribusi (Distribution Model) ?

Model distribusi (Distribution Model) adalah metode yang digunakan perusahaan untuk mengirim produk dari titik awal ke titik penjualan akhir. Model klasik mencakup setidaknya tiga pihak yang berbeda: produsen barang, distributor atau gudang, dan toko ritel, yang mewakili titik penjualan akhir. Seiring waktu, model distribusi dapat mengalami perubahan yang mengalihkan tanggung jawab para pihak ini. Model-model ini - juga disebut rantai pasokan dalam beberapa kasus - dapat menambah biaya atau masalah tambahan pada kegiatan bisnis normal. Mengubah gaya atau metode distribusi dapat membantu perusahaan mencapai hasil yang lebih baik baik dalam profitabilitas maupun reputasi merek.

Banyak masalah dapat muncul dengan model distribusi, terlepas dari panjang, gaya, atau pihak yang terlibat dalam sistem. Masalah utama dalam model ini adalah fakta sederhana bahwa masing-masing pihak bertindak untuk kebaikannya sendiri. Sebagai contoh, pabrikan berfokus pada produksi barang dengan biaya serendah mungkin. Biaya pengiriman atau distribusi juga harus dijaga seminimal mungkin agar perusahaan mencapai keuntungan maksimum. Pedagang grosir atau distributor berupaya membuat produsen membayar harga tinggi untuk memindahkan barang ke pengecer karena perantara ini menginginkan keuntungan untuk kegiatannya sendiri.

Penggunaan model distribusi pendek biasanya lebih murah dan menghasilkan waktu henti yang lebih singkat ketika pengecer mengalami kehabisan persediaan. Misalnya, produsen yang menghasilkan barang dalam permintaan tinggi harus memiliki model distribusi yang dapat memasok pengecer sering untuk memaksimalkan penjualan. Membayar premi untuk jenis layanan distribusi ini mungkin tidak menjadi masalah karena keuntungan dari penjualan produk-produk yang sangat menuntut mengimbangi biaya untuk distribusi. Dalam beberapa kasus, sebuah perusahaan besar mungkin dapat membuat layanan distribusinya sendiri dengan mengembangkan suatu distributor yang dapat mengirim barang ke pengecer. Model ini dapat mengakibatkan perusahaan sering berinteraksi dengan pelanggan karena rantai pasokan yang pendek.

Related Posts:

  • Apa itu Neraca (Balance Sheet - BS)? Neraca adalah salah satu dari tiga laporan keuangan yang digunakan untuk menilai suatu perusahaan dan menunjukkan apa yang dimilikinya atau berutang. Neraca mencantumkan semua aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham yang… Read More
  • Apa itu Laporan Keuangan (Financial Statements)? Laporan keuangan adalah laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menggambarkan kegiatan keuangan perusahaan. Laporan keuangan dipecah menjadi tiga laporan berbeda: Laporan Laba Rugi (Income Statement) - menunjukka… Read More
  • Apa Itu Harga Pokok Penjualan (COGS)? Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold - COGS) adalah total biaya penjualan untuk seluruh output perusahaan. Ini adalah jumlah dari biaya setiap barang yang dijual. Ini adalah figur finansial yang sangat penting untuk men… Read More
  • Apa Itu Modal (Capital)? Modal adalah istilah yang tidak jelas yang dapat merujuk pada satu dari dua hal: Pabrik, mesin, peralatan dll. Dimiliki oleh perusahaan Nilai aset keuangan seperti uang tunai, surat berharga jangka pendek dll. Dalam ko… Read More
  • Apa itu Struktur Modal (Capital Structure)? Struktur Modal adalah istilah yang digunakan dalam keuangan untuk merujuk pada bagaimana perusahaan disusun dan dibiayai. Pada dasarnya, ini merinci campuran hutang dan ekuitas yang digunakan untuk membiayai perusahaan. Ekui… Read More

0 Comments:

Posting Komentar